Sebelum memulai praktik, pastikan Anda telah memahami konsep dasar pada materi kelas Cisco Networking di infokoding.

BAB 5

Routing Statis (Static Routing)

Kuasai Static Routing di Cisco: sintaks ip route, konfigurasi next-hop dan exit-interface, default route ke internet, serta troubleshooting routing table.

Ringkasan Eksekutif (TL;DR)

  • Sintaks: ip route [network] [mask] [next-hop | exit-intf]
  • Default Route: ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 [next-hop] — route "catch-all" ke internet.
  • Dua arah wajib: Jika R1 route ke LAN-B, maka R2 juga harus route ke LAN-A.
  • Verifikasi: show ip route — cari tanda S untuk static route.
  • Hapus route: no ip route [network] [mask] [next-hop]

Routing adalah proses memilih jalur terbaik untuk mengirimkan paket dari satu jaringan ke jaringan lain. Static Routing adalah metode paling sederhana: administrator mendefinisikan setiap rute secara manual. Cocok untuk jaringan kecil dengan topologi yang tidak sering berubah.

1. Sintaks ip route

ip route [network-tujuan] [subnet-mask] [next-hop-ip | exit-interface]

! Contoh:
ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 10.0.0.2    ! via next-hop IP (DIREKOMENDASIKAN)
ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 fa0/1        ! via exit interface

2. Topologi Latihan: PC1 — R1 — R2 — PC2

 [PC1]              [R1]               [R2]              [PC2]
 192.168.1.10  ---  Fa0/0   Fa0/1 --- Fa0/0  Fa0/1 ---  192.168.2.10
               192.168.1.1  10.0.0.1  10.0.0.2  192.168.2.1
                       [10.0.0.0/30 WAN Link]

3. Konfigurasi Static Route pada R1

! R1 perlu tahu cara mencapai 192.168.2.0/24 (LAN PC2)
! Kirim ke next-hop 10.0.0.2 (interface R2 yang menghadap R1)
R1(config)# ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 10.0.0.2

4. Konfigurasi Static Route pada R2

! R2 perlu tahu cara mencapai 192.168.1.0/24 (LAN PC1) agar bisa membalas
R2(config)# ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 10.0.0.1
Kesalahan Paling Umum Pemula

Hanya mengkonfigurasi route di satu sisi (misalnya hanya di R1). Routing harus dua arah. Paket bisa berangkat dari PC1 ke PC2, tapi balasan dari PC2 tidak bisa kembali ke PC1 karena R2 tidak punya route ke LAN PC1.

5. Default Route (Gateway of Last Resort)

! Asumsikan ISP gateway ada di 203.0.113.1
R1(config)# ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 203.0.113.1
! 0.0.0.0 0.0.0.0 = cocok dengan SEMUA tujuan yang tidak ada di routing table

6. Verifikasi Routing Table

R1# show ip route
Codes: C - connected, S - static, R - RIP ...

Gateway of last resort is 203.0.113.1 to network 0.0.0.0

S*   0.0.0.0/0 [1/0] via 203.0.113.1
C    10.0.0.0/30 is directly connected, FastEthernet0/1
C    192.168.1.0/24 is directly connected, FastEthernet0/0
S    192.168.2.0/24 [1/0] via 10.0.0.2
! S = Static, [1/0] = [Administrative Distance=1 / Metric=0]

! Test end-to-end
R1# ping 192.168.2.10 source 192.168.1.1
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5)

Static routing memberikan kontrol penuh kepada administrator. Namun untuk jaringan besar dengan banyak router, mengkonfigurasi setiap route secara manual menjadi tidak praktis. Di sinilah Dynamic Routing Protocol seperti RIPv2 berperan!