Silabus Kelas

Seri Belajar Cisco Networking

Ikuti kurikulum pembelajaran terstruktur di bawah ini untuk menguasai topik secara bertahap dan menyeluruh.

1

Bab 1: Pengenalan Jaringan dan Cisco IOS

Mengenal sistem operasi Cisco IOS, mode-mode Command Line Interface (CLI), dan perintah navigasi dasar yang wajib dikuasai sebelum memulai konfigurasi.

2

Bab 2: Menyimpan Konfigurasi Permanen Cisco

Pelajari arsitektur memori Cisco, perbedaan RAM dan NVRAM, serta cara menyimpan konfigurasi secara permanen agar tidak hilang saat router direstart.

3

Bab 3: Konfigurasi Hostname dan Password Cisco

Amankan perangkat Cisco Anda dengan mengkonfigurasi hostname yang deskriptif, enable secret, password line console dan VTY, enkripsi password, serta banner MOTD.

4

Bab 4: Konfigurasi Interface dan IP Address

Pelajari cara mengkonfigurasi interface Cisco, mengatur IP address IPv4 & IPv6, mengaktifkan interface dengan no shutdown, serta memverifikasi konektivitas.

5

Bab 5: Routing Statis (Static Routing)

Kuasai Static Routing di Cisco: sintaks ip route, konfigurasi next-hop dan exit-interface, default route ke internet, serta troubleshooting routing table.

6

Bab 6: Dynamic Routing dengan RIPv2

Pelajari cara mengkonfigurasi protokol Dynamic Routing RIPv2 di Cisco: mengaktifkan RIP, mendaftarkan network, menonaktifkan auto-summary, dan passive-interface untuk efisiensi.

7

Bab 7: VLAN dan Inter-VLAN Routing

Pelajari cara membuat VLAN di switch Cisco, mengkonfigurasi access dan trunk port, serta mengimplementasikan Inter-VLAN Routing dengan Router-on-a-Stick.

8

Bab 8: DHCP Server pada Cisco Router

Konfigurasi Cisco Router sebagai DHCP Server: membuat pool, mengecualikan IP statis, menetapkan gateway dan DNS, serta DHCP Relay Agent untuk multi-VLAN.

9

Bab 9: Access Control List (ACL)

Implementasikan ACL di Cisco untuk mengontrol lalu lintas jaringan: Standard ACL, Extended ACL, Named ACL, wildcard mask, dan cara menerapkannya pada interface.

10

Bab 10: Network Address Translation (NAT)

Kuasai NAT di Cisco: Static NAT untuk server publik, Dynamic NAT dengan pool IP, dan PAT (NAT Overload) agar seluruh jaringan bisa akses internet via satu IP publik.