Sebelum memulai praktik, pastikan Anda telah memahami konsep dasar pada materi kelas Cisco Networking di infokoding.

BAB 6

Dynamic Routing dengan RIPv2

Pelajari cara mengkonfigurasi protokol Dynamic Routing RIPv2 di Cisco: mengaktifkan RIP, mendaftarkan network, menonaktifkan auto-summary, dan passive-interface untuk efisiensi.

Ringkasan Eksekutif (TL;DR)

  • RIPv2: Dynamic routing protocol Distance Vector, metrik = hop count (maksimal 15 hop).
  • Aktifkan: router ripversion 2
  • Daftarkan jaringan: network [classful-network]
  • WAJIB: no auto-summary — agar mengirim subnet info lengkap, bukan classful.
  • Efisiensi: passive-interface [intf] — hentikan RIP update ke interface tanpa router lain.
  • Verifikasi: show ip route rip

Bayangkan Anda harus mengelola 50 router, masing-masing dengan 20 jaringan. Static routing berarti ribuan baris konfigurasi manual. Dynamic Routing Protocol memungkinkan router-router saling berbagi informasi tentang jaringan yang mereka ketahui secara otomatis.

1. Perbandingan Static vs Dynamic Routing

Aspek Static Routing RIPv2
Konfigurasi Manual, per-route Otomatis setelah setup awal
Adaptasi Topologi Tidak ada (update manual) Otomatis (konvergen sendiri)
Overhead Sangat rendah Ada (update tiap 30 detik)
Batas Skala Tidak ada Max 15 hop

2. Topologi Latihan (3 Router)

 [LAN A]            [LAN B]             [LAN C]
 192.168.1.0/24     192.168.2.0/24      192.168.3.0/24
      |                   |                    |
     R1 ---10.0.0.0/30--- R2 ---10.0.1.0/30--- R3

3. Konfigurasi RIPv2 pada R1

R1(config)# router rip
R1(config-router)# version 2
R1(config-router)# no auto-summary
! no auto-summary WAJIB! Tanpanya, subnet akan diringkas ke classful
! dan menyebabkan routing yang salah di jaringan VLSM.

R1(config-router)# network 192.168.1.0
R1(config-router)# network 10.0.0.0

R1(config-router)# passive-interface fastethernet 0/0
! Hentikan RIP update ke Fa0/0 (LAN — tidak ada router di sana)
! Menghemat bandwidth dan meningkatkan keamanan

R1(config-router)# exit
R1# wr

4. Konfigurasi RIPv2 pada R2 & R3

! === R2 ===
R2(config)# router rip
R2(config-router)# version 2
R2(config-router)# no auto-summary
R2(config-router)# network 192.168.2.0
R2(config-router)# network 10.0.0.0
R2(config-router)# network 10.0.1.0
R2(config-router)# passive-interface fastethernet 0/0
R2(config-router)# exit

! === R3 ===
R3(config)# router rip
R3(config-router)# version 2
R3(config-router)# no auto-summary
R3(config-router)# network 192.168.3.0
R3(config-router)# network 10.0.1.0
R3(config-router)# passive-interface fastethernet 0/1
R3(config-router)# exit

5. Verifikasi RIPv2

R1# show ip route rip
R    192.168.2.0/24 [120/1] via 10.0.0.2, 00:00:07, FastEthernet0/1
R    192.168.3.0/24 [120/2] via 10.0.0.2, 00:00:07, FastEthernet0/1
! R = RIP route, [120/1] = [AD=120 / Metric=1 hop]
! [120/2] = 2 hop (melalui R2 dulu baru R3)

R1# show ip protocols        ! Cek detail konfigurasi RIP
R1# debug ip rip             ! Debug real-time (matikan setelah selesai!)
R1# undebug all              ! Matikan semua debug
RIPv2 vs OSPF

RIPv2 bagus untuk lab dan ujian CCNA karena konfigurasinya sederhana. Namun di jaringan produksi besar, OSPF jauh lebih unggul: konvergensi lebih cepat, tidak ada batasan 15 hop, dan lebih efisien menggunakan bandwidth.

Router-router Anda kini saling berbagi informasi routing secara otomatis. Selanjutnya kita masuk ke topik populer di jaringan enterprise: VLAN!