Pelajari arsitektur memori Cisco, perbedaan RAM dan NVRAM, serta cara menyimpan konfigurasi secara permanen agar tidak hilang saat router direstart.
Daftar Isi
- Ringkasan Eksekutif (TL;DR)
- 1. Arsitektur Memori Cisco
- 2. Running-Config vs Startup-Config
- Skenario Nyata di Lapangan
- Perbedaan Perintah: Cisco IOS vs Cisco NX-OS (Nexus)
- 3. Cara Menyimpan Konfigurasi Permanen Cisco
- Simulasi di Cisco Packet Tracer
- Troubleshooting: Kenapa Konfigurasi Tidak Tersimpan Saat Restart?
- 4. Cara Menghapus dan Mereset Konfigurasi
- 5. Backup Konfigurasi ke Server TFTP
- Metode Backup Modern (SCP, SFTP, dan Fitur Archive)
- 6. Otomasi Backup Konfigurasi Cisco dengan Python (Netmiko) & Ansible
- A. Backup Otomatis dengan Python (Netmiko)
- B. Backup Otomatis dengan Ansible Playbook
- FAQ: Menyimpan Konfigurasi Cisco
Ringkasan Eksekutif (TL;DR)
- Di mana konfigurasi aktif Cisco disimpan?
- Konfigurasi aktif (
running-config) disimpan di dalam RAM. Bersifat sementara dan akan hilang sepenuhnya jika perangkat dimatikan atau di-restart. - Bagaimana cara menyimpan konfigurasi secara permanen?
- Pindahkan dari RAM ke NVRAM (sebagai
startup-config) menggunakan perintahcopy running-config startup-configatau shortcutwr(write memory). - Bagaimana cara mereset router Cisco ke pengaturan pabrik?
- Gunakan perintah
erase startup-config, kemudian ikuti dengan perintahreloaduntuk merestart perangkat dalam keadaan kosong.
Download File Laboratorium Cisco Packet Tracer (.pkt)
Unduh file simulasi cisco-save-config-lab.pkt untuk mempraktikkan langsung penyimpanan RAM ke NVRAM, pengujian reload, & backup TFTP.
Dalam alur belajar cisco networking dasar, pemahaman arsitektur memori sangat krusial. Pernahkah Anda menghabiskan waktu berjam-jam mengonfigurasi Router Cisco, namun saat listrik padam semua pengaturan hilang tanpa sisa? Untuk menyimpan konfigurasi secara permanen dari RAM (running-config) ke NVRAM (startup-config), Anda wajib mengeksekusi perintah copy running-config startup-config atau perintah cepat write memory / wr. Pada bab ini, kita akan mengulas tuntas mekanisme memori Cisco beserta panduan praktisnya.
1. Arsitektur Memori Cisco
Perangkat Cisco menggunakan empat jenis memori yang masing-masing memiliki fungsi spesifik. Berikut adalah alur kerja memori secara visual:
| Jenis Memori | Sifat | Isi | Perintah Cek |
|---|---|---|---|
| RAM | Volatile (hilang saat mati) | Running-config, routing table, ARP cache | show running-config |
| NVRAM | Non-volatile (aman) | Startup-config | show startup-config |
| Flash | Non-volatile (aman) | File IOS image | show flash: |
| ROM | Read-only (aman) | Bootstrap, POST, ROM Monitor | show version |
2. Running-Config vs Startup-Config
- Running-Config (RAM): Konfigurasi yang sedang berjalan aktif. Setiap perintah yang Anda ketik langsung diterapkan di sini. Bersifat volatile — hilang total jika perangkat dimatikan atau di-restart.
- Startup-Config (NVRAM): Konfigurasi yang dimuat pertama kali saat perangkat dinyalakan. Bersifat non-volatile — tetap aman meski tidak ada listrik.
Semua perintah yang Anda ketikkan di terminal langsung teraplikasi seketika pada running-config. Anda tidak perlu menekan tombol "Apply". Namun konfigurasi tersebut belum tersimpan secara permanen sampai Anda memindahkannya ke startup-config.
Skenario Nyata di Lapangan
Bayangkan Anda sedang mengatur routing OSPF pada router utama kantor (Core Router). Anda mengetik belasan baris konfigurasi, dan jaringan mulai berfungsi dengan baik. Namun tiba-tiba, petugas gedung mematikan listrik untuk maintenance. Saat listrik menyala kembali, internet kantor mati total! Mengapa? Karena semua konfigurasi OSPF Anda baru ada di RAM (running-config) dan Anda lupa memindahkannya ke NVRAM (startup-config).
Perbedaan Perintah: Cisco IOS vs Cisco NX-OS (Nexus)
Jika Anda nantinya bekerja di Data Center yang menggunakan seri switch Nexus (NX-OS), ada sedikit perbedaan filosofi. Di IOS klasik, Anda bisa memakai shortcut wr. Namun di NX-OS, perintah write memory sudah sepenuhnya dihapus (deprecated), sehingga Anda wajib menggunakan perintah standar copy running-config startup-config.
3. Cara Menyimpan Konfigurasi Permanen Cisco
Ikuti langkah-langkah sistematis berikut untuk mengamankan konfigurasi Anda ke NVRAM:
-
Masuk ke Privileged Exec Mode:
Pastikan Anda tidak berada di mode config. Indikatornya adalah prompt yang berakhiran tanda pagar (
Router#). Jika masih diRouter>, ketikenable. -
Ketik Perintah Penyimpanan:
Gunakan perintah standar resmi Cisco atau shortcut-nya:
Metode Standar Resmi (CCNA):
Router# copy running-config startup-configMetode Shortcut Klasik (Sangat Populer di Lapangan):
Router# wr -
Konfirmasi Nama File Tujuan:
Jika menggunakan metode standar, IOS akan menanyakan nama file. Cukup tekan
Enteruntuk mengonfirmasi pilihan default ([startup-config]):Destination filename [startup-config]? [Tekan Enter] Building configuration... [OK] -
Verifikasi Konfigurasi:
Setelah tersimpan, wajib untuk memastikan isi NVRAM Anda telah berhasil diperbarui menggunakan:
Router# show startup-config Using 1452 out of 32768 bytes ! version 15.1 ...
Simulasi di Cisco Packet Tracer
Jika Anda sedang belajar menggunakan simulator jaringan Cisco Packet Tracer, perintahnya sama persis! Anda bisa menekan tombol Save di aplikasi Packet Tracer, tetapi membiasakan diri mengetik copy running-config startup-config atau wr di tab CLI (Command Line Interface) akan melatih memori otot (muscle memory) Anda untuk ujian CCNA yang sebenarnya.
Troubleshooting: Kenapa Konfigurasi Tidak Tersimpan Saat Restart?
Jika Anda sudah menjalankan wr tetapi pengaturan tetap hilang setelah router di-restart, masalahnya biasanya ada pada nilai Configuration Register (config-register). Nilai defaultnya seharusnya 0x2102 (memuat startup-config), namun jika di-set ke 0x2142, router akan mengabaikan NVRAM saat proses booting (biasanya digunakan untuk pemulihan password).
Cara memperbaikinya melalui Global Configuration Mode:
Router# configure terminal
Router(config)# config-register 0x2102
Router(config)# exit
Router# copy running-config startup-config
Router# reload
4. Cara Menghapus dan Mereset Konfigurasi
Router# erase startup-config
Erasing the nvram filesystem will remove all configuration files! Continue? [confirm]
[OK] Erase of nvram: complete
Router# reload
Proceed with reload? [confirm]
5. Backup Konfigurasi ke Server TFTP
! Backup ke TFTP server
Router# copy running-config tftp:
Address or name of remote host []? 192.168.1.100
Destination filename [router-confg]? backup-router-20260722
!!
1452 bytes copied in 1.234 secs
! Restore dari TFTP
Router# copy tftp: running-config
Address or name of remote host []? 192.168.1.100
Source filename []? backup-router-20260722
Metode Backup Modern (SCP, SFTP, dan Fitur Archive)
Meskipun TFTP mudah digunakan, protokol tersebut tidak dienkripsi (teks biasa). Untuk jaringan Enterprise modern, sangat disarankan menggunakan metode enkripsi atau otomatisasi bawaan IOS:
- SCP (Secure Copy) / SFTP: Mentransfer file konfigurasi dengan aman menggunakan enkripsi SSH. Perintahnya sangat mirip dengan TFTP:
copy running-config scp:. - Fitur Archive Cisco IOS: Anda dapat menginstruksikan router untuk membackup konfigurasi secara otomatis setiap jangka waktu tertentu, atau setiap kali seseorang mengetik
wr. Contoh konfigurasinya:Router(config)# archive Router(config-archive)# path tftp://192.168.1.100/router1-backup Router(config-archive)# write-memory Router(config-archive)# time-period 1440
Biasakan mengetik wr setiap kali Anda selesai melakukan pengaturan penting. Kebiasaan kecil ini akan menyelamatkan Anda dari kehilangan konfigurasi berjam-jam di masa depan!
6. Otomasi Backup Konfigurasi Cisco dengan Python (Netmiko) & Ansible
Di lingkungan Data Center dan jaringan Enterprise berskala besar (ratusan Router & Switch), melakukan backup manual satu per satu sangat tidak efisien. Berikut adalah pendekatan modern menggunakan Python (Netmiko) dan Ansible:
GitHub Repository — cisco-packet-tracer-labs
Clone seluruh skrip Python Netmiko, Ansible Playbook, dan file simulasi lab .pkt langsung dari GitHub resmi admininfokoding.
A. Backup Otomatis dengan Python (Netmiko)
Netmiko adalah library Python populer berbasis Paramiko untuk berkomunikasi via SSH dengan perangkat jaringan Cisco IOS:
# backup_cisco.py
from netmiko import ConnectHandler
from datetime import datetime
cisco_device = {
\'device_type\': \'cisco_ios\',
\'host\': \'192.168.1.1\',
\'username\': \'admin\',
\'password\': \'SecurePassword123\',
}
print("Mengkoneksikan ke Router Cisco...")
net_connect = ConnectHandler(**cisco_device)
# Simpan running-config aktif
output = net_connect.send_command(\'show running-config\')
# Simpan hasil backup ke file teks lokal dengan timestamp
date_str = datetime.now().strftime("%Y%m%d_%H%M%S")
filename = f"cisco_router_backup_{date_str}.txt"
with open(filename, \'w\') as f:
f.write(output)
print(f"✅ Backup berhasil disimpan ke file: {filename}")
net_connect.disconnect()
B. Backup Otomatis dengan Ansible Playbook
Ansible menyediakan modul native cisco.ios.ios_config untuk mengambil dan menyimpan file konfigurasi tanpa perlu menulis skrip Python dari awal:
# backup_cisco_playbook.yml
---
- name: Backup Konfigurasi Router & Switch Cisco
hosts: cisco_routers
gather_facts: no
tasks:
- name: Ambil running-config dan simpan ke folder backups/
cisco.ios.ios_config:
backup: yes
backup_options:
filename: "backup_{{ inventory_hostname }}_{{ ansible_date_time.date }}.cfg"
dir_path: "./backups"
FAQ: Menyimpan Konfigurasi Cisco
Apa bedanya wr dan copy run start?
Secara fungsional, tidak ada bedanya. wr (write memory) adalah perintah lama yang dipertahankan karena kebiasaan engineer, sedangkan copy running-config startup-config adalah format perintah modern yang direkomendasikan secara akademis oleh Cisco.
Apakah konfigurasi langsung berjalan tanpa disimpan?
Ya. Semua perintah langsung berjalan dan berdampak pada sistem saat itu juga (di dalam RAM). Menyimpannya ke NVRAM hanya berfungsi agar pengaturan tersebut tetap ada setelah router di-restart.
Mengapa saya butuh server TFTP untuk backup?
Membackup ke NVRAM saja tidak cukup jika perangkat router fisik mengalami kerusakan perangkat keras (hardware failure). Menyimpan backup di luar router (seperti server TFTP) memastikan Anda bisa me-restore konfigurasi ke router pengganti dengan cepat.
Rusmawan Abdullah Sani
CCNA Certified Enterprise Engineer
Memiliki pengalaman praktis di bidang jaringan komputer. Jangan ragu untuk terhubung dengan saya di LinkedIn.