Rapikan data JSON Anda, validasi struktur sintaks, atau padatkan ukuran (minify) dengan satu klik.
TL;DR: JSON Formatter InfoKoding adalah alat online gratis untuk memformat, memvalidasi, dan mempercantik kode JSON (JSON Beautifier) Anda. Jika Anda membutuhkan alat format json gratis yang cepat, handal, dan 100% Client-Side aman, peramban Anda akan mengolah seluruh data tanpa pernah mengirimnya ke server kami.
Gunakan alat ini untuk merapikan dan memvalidasi JSON Anda dengan beberapa langkah mudah:
{"status":200,"message":"Success","data":{"id":101,"name":"Rusmawan Abdullah Sani","role":"Developer","skills":["PHP","JS","SQL"],"active":true}}
{
"status": 200,
"message": "Success",
"data": {
"id": 101,
"name": "Rusmawan Abdullah Sani",
"role": "Developer",
"active": true
}
}
Tempel string JSON dari API/File
Deteksi otomatis error tanda kutip/koma
Indentasi rapi 4 spasi atau Minify
Konversi 1-klik ke format YAML/XML
" pada key-value, melarang trailing comma, dan menyediakan metode native JSON.parse() & JSON.stringify().JSON (JavaScript Object Notation) adalah format pertukaran data ringan berstandar RFC 8259 (IETF) yang mudah dibaca dan ditulis oleh manusia, serta mudah diurai dan dihasilkan oleh mesin. Di dalam pengembangan peramban web modern, objek global JSON (MDN Web Docs) menyediakan metode bawaan JSON.parse() dan JSON.stringify() untuk memanipulasi struktur data objek maupun larik (array) secara efisien.
', kutip hilang pada key, koma berlebih di akhir objek (trailing comma), atau bracket unclosed }.Saat Anda menekan tombol "Format JSON" dan menjumpai notifikasi error merah, biasanya hal itu disebabkan oleh kesalahan sintaks penulisan. Klik salah satu pesan error di bawah untuk melihat analisis dan solusi perbaikannya:
"Expected double-quoted property name"
Penyebab: Nama key/properti tidak dibungkus dengan tanda kutip ganda (").
{ nama: "Budi" }
{ "nama": "Budi" }
"Unexpected token ' in JSON at position X"
Penyebab: Menggunakan tanda kutip tunggal (') alih-alih kutip ganda ("). Standar RFC 8259 mewajibkan tanda kutip ganda secara ketat.
{ 'role': 'admin' }
{ "role": "admin" }
"Expected ',' or '}' after property value"
Penyebab: Lupa memberikan koma pemisah (,) antar properti, atau terdapat koma berlebih (trailing comma) di akhir properti terakhir.
{ "a": 1, "b": 2, }
{ "a": 1, "b": 2 }
"Unexpected end of JSON input"
Penyebab: Berkas JSON terpotong di tengah jalan atau Anda lupa menutup kurung kurawal/siku (} atau ]).
{ "items": [1, 2
{ "items": [1, 2] }
//), dan tanpa koma di properti terakhir.Pahami perbedaan krusial antara penulisan objek data yang benar (valid) dan yang akan ditolak oleh parser (tidak valid) melalui contoh praktis berikut:
{
'nama': "InfoKoding",
"kategori": "Edukasi",
"aktif": true, // ada tanda koma berlebih
}
{
"nama": "InfoKoding",
"kategori": "Edukasi",
"aktif": true
}
Selain bertindak sebagai formatter dan validator, aplikasi ini juga dilengkapi dengan fitur Konverter JSON bawaan. Setelah JSON Anda valid, Anda dapat menekan tombol "ke YAML" untuk menyulap data tersebut menjadi format konfigurasi YAML yang super bersih dan terbaca (sangat ideal untuk file Docker atau CI/CD pipelines). Atau, gunakan tombol "ke XML" untuk merender struktur JSON menjadi tag markup XML bagi sistem warisan (legacy systems) atau integrasi API SOAP lama Anda. Seluruh proses penguraian (parsing) data ini berjalan instan dan aman di sisi klien (Client-Side).
Saat mengolah data dari REST API atau database NoSQL, developer dan analis data sering kali perlu mengekspor data JSON menjadi lembar kerja (spreadsheet). Tombol "ke CSV / Excel" kami secara otomatis memetakan kunci properti objek JSON menjadi tata letak kolom CSV yang siap diimpor ke Microsoft Excel dan Google Sheets.
Pahami kelebihan, kekurangan, serta kasus penggunaan terbaik dari masing-masing format data pertukaran populer berikut:
| Kriteria & Fitur | JSON | XML | YAML |
|---|---|---|---|
| Kemudahan Dibaca | Tinggi (Struktur Objek & Array) | Sedang (Banyak Tag Pembuka/Penutup) | Sangat Tinggi (Indentasi Bebas Tag) |
| Kecepatan Parsing | Sangat Cepat (Native JavaScript) | Lambat (Kompleksitas DOM Parsing) | Sedang (Butuh Parser Indentasi Strict) |
| Dukungan Komentar | Tidak Mendukung (Standard RFC 8259) | Mendukung (<!-- komentar -->) |
Mendukung (# komentar) |
| Kelebihan Utama | Ukuran payload sangat ringan & kompatibel 100% REST API. | Skema validasi ketat (DTD/XSD) & mendukung atribut tag. | Sangat ringkas untuk file konfigurasi & mudah diedit manusia. |
| Kekurangan Utama | Tidak mendukung komentar & tipe data terbatas. | Ukuran berkas besar (verbose) karena penutupan tag berulang. | Sensitif terhadap kesalahan indentasi spasi/tab. |
| Penggunaan Populer | RESTful API, Web & Mobile Apps, NoSQL DB | SOAP Web Services, Android Layout, Config Java | Docker Compose, Kubernetes, CI/CD Pipeline |
jq atau Streaming Parser seperti json-machine (PHP).Ketika berkas JSON berukuran puluhan hingga ratusan Megabyte (MB), menguraikannya (parsing) menggunakan JSON.parse() standar di browser dapat menyebabkan konsumsi memori melonjak atau browser crash. Berikut solusi teknis terbaiknya:
Daripada memuat seluruh JSON ke dalam RAM sekaligus, streaming parser membaca berkas byte demi byte (chunk) secara bertahap:
stream-json atau oboe.js untuk menangkap event parsing per node tanpa kehabisan RAM.halaxi/json-machine atau salsify/json-streaming-parser yang mampu membaca file JSON >1 GB hanya dengan konsumsi RAM beberapa Megabyte.Untuk memproses JSON raksasa secara offline di mesin lokal tanpa batasan browser:
jq . file.json > formatted.json sangat cepat dan efisien.python3 -m json.tool file.json bawaan tanpa perlu install library tambahan.fx file.json untuk melihat JSON Tree langsung di terminal.\", \n, \t) mencegah SyntaxError parsing.Selain merapikan format teks, memahami validasi skema aturan dan cara penanganan karakter escape sangat penting untuk mencegah error integrasi API:
JSON Schema mendefinisikan aturan struktur data (tipe variabel, properti wajib, dan batas nilai) agar payload API selalu konsisten:
$schema, type: "object", dan required: ["id", "email"].Ajv (Another JSON Schema Validator) di frontend/Node.js atau justinrainbow/json-schema di PHP.Karakter khusus di dalam string JSON wajib di-escape menggunakan tanda backslash (\) untuk menghindari error parsing:
\"): Tanda kutip di dalam string wajib diawali backslash (contoh: {"title": "Buku \"Clean Code\""}).\n) & Tab (\t): Karakter break line fisik harus ditulis sebagai kode \n literal, bukan enter langsung.{\\\"name\\\":\\\"val\\\"}), lakukan JSON.parse() sebanyak dua kali untuk mengekstrak objek murni.eval() untuk mengurai JSON, selalu gunakan JSON.parse(), serta lakukan HTML Entity Escaping pada string JSON sebelum merendernya ke elemen DOM untuk mencegah serangan Cross-Site Scripting (XSS).Pengolahan data JSON yang ceroboh dapat membuka celah kerentanan keamanan serius pada aplikasi web Anda. Berikut praktik terbaik mengamankan data JSON:
Menggunakan eval("(" + jsonStr + ")") untuk mengurai JSON adalah praktik berbahaya karena dapat mengeksekusi kode JavaScript arbitrer buatan peretas. Selalu gunakan JSON.parse() yang dijamin 100% aman.
Jika nilai properti JSON mengandung karakter <script> atau HTML mentah dari pengguna, gunakan metode textContent atau helper sanitasi esc() alih-alih innerHTML untuk menggagalkan skrip XSS malicious.
Baik REST API maupun GraphQL sama-sama mengadopsi JSON sebagai format pengiriman data utama, namun memiliki pendekatan pengemasan yang berbeda:
REST API mengembalikan struktur JSON yang sudah ditentukan oleh backend. Klien sering mengalami over-fetching (menerima data berlebih) atau under-fetching (harus memanggil beberapa URL endpoint sekaligus).
GraphQL memungkinkan klien mengirimkan kueri permintaan spesifik. Respons server dibungkus dalam objek JSON berbentuk {"data": {...}} yang presisi sesuai properti yang diminta tanpa data sampah.
Ya, JSON Formatter, Validator, Beautifier, dan Converter kami 100% gratis digunakan kapan saja tanpa batasan kuota atau registrasi.
Sangat aman. Semua proses manipulasi, validasi, beautify, dan konversi (ke YAML, XML, TypeScript, Go Struct) dieksekusi 100% langsung di browser Anda menggunakan JavaScript murni (Client-Side). Tidak ada data JSON yang dikirimkan atau disimpan di server kami.
Data JSON dari REST API sering kali berformat minify (satu baris panjang tanpa spasi) untuk menghemat bandwidth. JSON Beautifier merapikan data tersebut dengan menambahkan spasi dan tabulasi baris baru, sehingga developer dapat membaca dan menemukan kesalahan data dengan cepat.
JSON adalah format data murni berpasangan key-value, sedangkan JSONP adalah teknik JavaScript lama yang membungkus objek JSON di dalam fungsi callback untuk menembus batasan Cross-Origin Resource Sharing (CORS) pada peramban web kuno.
Standar JSON RFC 8259 melarang penggunaan trailing comma (koma di properti terakhir). Validator InfoKoding secara otomatis mendeteksi baris lokasi error tersebut sehingga Anda bisa langsung menghapus koma berlebih sebelum melakukan parsing.
Gunakan pemrosesan Web Worker Async di browser kami untuk file hingga >10MB+. Untuk file raksasa di atas 50MB, disarankan menggunakan perintah terminal offline jq atau library Streaming Parser seperti json-machine (PHP) dan stream-json (Node.js).